Pagi ini aku menjadi kustomer yang menyebalkan* bagi Telkom Speedy Yogya, bagaimana engga, aku saklek ngga mau bayar tagihan Speedy bulan Juni ini.
Kronologisnya ? Pagi-pagi aku cek KlikBCA ku, biasa lihat tagihan-tagihan, kaget banget pas liat tagihan Speedy ku sebesar Rp. 1.716.766,00
wow darimana tuh ?? padahal bulan Mei ini aku baru aja menikmati paket Office yang unlimited itu., yang katanya cuma bayar Rp. 750.000,- + Ppn aja.
Kalau mau diulang ceritanya, tanggal 5 Mei 2009 memang aku prosesi migrasi paket Speedy dari Pro — yang cuma Rp. 400.000,- tapi pake quota 3 GB itu (plus masih diskon Rp. 200rb perbulan selama 3 bulan, promonya) — ke paket Office yang Unlimited yang seharusnya cuma Rp. 750.000,- . Setelah antree sampai hampir 2 jam (karena kebanyakan melayani kustomer Telkom PTSN/Fleksi, ngga tau deh gimana ngacak antriannya sampe yang klien Speedy bisa dapet 5:2 .. 5 klien Telkom PTSN/Fleksi baru manggil 2 klien Speedy .. whatever
)
Mbak CSO nerangin sampai menghitung-hitung dioretan kertas (oretan kertasnya masih aku bawa-bawa sekarang), kira-kira seperti ini :
Hitungan I :
5/31 x Rp. 440.000 = Rp. 70.967,-
dimana 5 adalah, 5 hari pemakaianku di bulan Mei dibagi 31 hari dalam sebulan trus dikali harga paket Speedy Pro normal plus Ppn (Rp. 440.000,-) , walhasil … Rp. 70.967,- adalah yang harus aku bayar untuk pemakaianku selama 5 hari di bulan Mei itu… OK ?
hitungan II, adalah prorate untuk Paket Office Unlimitednya :
(31-5)+1 x Rp. 828.000 = Rp. 721.161
31
dimana 31 hari di bulan Mei dikurangi 5 hari pemakaianku, kemudian dibagi 31 hari dalam bulan Mei dan dikali harga paket Office unlimited plus Ppn (Rp. 828.000,-), walhasil harga paket itu bulan Mei jadi Rp. 721.161,-
Nah, total yang harus aku bayar di bulan Juni adalah hitungan pemakaian 5 hariku itu + harga paket Office di bulan Mei, yaitu Rp. 70.967,- + Rp. 721.161,- = Rp. 792.128 ,- (Tujuh Ratus Sembilan Puluh Dua Ribu, bla bla .. )
make sense ! okay ..
lebih-lebih dikit lah kata mbaknya.. gubrak, masa lebih dikitnya sampai 1 jutaan ???
Pagi ini aku ditemu CSO bernama mbak Rani, kemudian setelah kroscek sana-sini dia menjelaskan kepadaku bahwa, tidak hanya Paket yang mau diambil untuk migrasi yang di prorate-kan tapi juga besarnya pemakaian kuotaku selama 5 hari itu, nah ini yang agak konyol, jadi karena aku sudah pakai kuota sebanyak 2.5 GB dari total 3 GB selama 5 hari itu, diprorate-kan 31 hari (walau cuma pake 5 hari) oleh Speedy bahwa pemakaianku di bulan Mei jadi over quota sebanyak 1675 MB dan over kuota itu per MB nya dihargai Rp. 500,- … duh, aku yang geblek apa ini sejenis bear traps yah ? is this make sense buat orang yang ngga kerja di Telkom Speedy ??
Mbak Rani bilang ini sudah ketentuan dari Telkom Speedynya jika ingin migrasi, makanya jangan ada pemakaian dulu kalau mau migrasi atau dilakukan pas tanggal 31 saja. Aku bilang, maaf ya mbak, tapi aku bukan orang Telkom Speedy yang kalau tidak ada penjelasan begini pasti mana akan tau … jadi jangan anggap klien Speedy itu sudah tahu, lha websitenya aja kurang info gitu… (ngga, yg terakhir itu aku cuma dalem hatiku aja
)
Okay, aku terima kalau aku terburu-buru migrasi pada tanggal 5, karena aku sudah hampir over quota dan selalu over quota dibulan-bulan sebelumnya… tapiiii, kalau saja mbak CSO (aku lupa namanya) yang di bulan Mei aku temui, menjelaskan akan di prorate-kan juga kuota pemakaianku menjadi 31 hari walau cuma pakai 5 hari, dan ditunjukan aku bakal kena Rp. 1 jutaan + harga paket Office, mana aku mau kaaaan … nalar aja deh, wong over quota perbulan aja aku paling tinggi 700ribu yang seharusnya 400rb (paket Pro sebelumnya) .. masa aku mau migrasi tapi bayar 1,7 juta ??
Setelah ngotot banget dan ngeyel walau mbak Rani sudah menjelaskan sebisanya, aku bilang, ” saya mau komplain aja deh mbak, mana formulirnya ?” … mbak Rani kemudian ke managernya, ngga lama ibu Manager menghampiriku dan menjelaskan hal yang sama ditambah print out pemakaian internetku yang berlembar-lembar itu.
Aku bilang kepadanya, ” ibu, saya setuju saja dengan aturan Telkom mau prorate bagaimana saja, asal sebelumnya saya ini dijelaskan kalau saya bakal kena prorate sebanyak itu untuk pemakaian saya gara-gara migrasi ini, kan saya bisa pending dulu sampai akhir bulan kek daripada kena segitu banyak, yang penting penjelasan itu bu .. itu krusial loh”. Ibu Manager kemudian bilang, bahwa CS yang bulan Mei aku temui sudah ditanyakan dan dia bilang sudah menjelaskan kog, aku tunjukan oretan yang ditulisan mbak CS itu (ada di gambar atas) nah cuma itu yang dihitungkan simbak yang dulu membuatku berseri-seri, karena masih lumayan harganya …aku kira.
Setelah bu Manager mungkin capek liat aku, akhirnya diberikan formulir komplain itu, dan aku mengisinya dengan harapan ada penyelesaian yang tidak membuatku membayar 1,7 juta.
Kalau ditanya, kira-kira berapa yang wajar aku bayar ? uhm kalo emang simbak di bulan Mei itu ngaco ngitungnya, dan aku ngga ingin sesuatu hal buruk terjadi padanya akibat salah penjelasan itu, aku mungkin bisa terima jika aku harus membayar paket Pro 3 GB (tidak di prorate) yang masih diskon 200rb itu plus pkaet Office yang aku migrasi ini… jadi sekitar Rp. 220rb + Rp. 828.000,- .. yah masih Rp. 1,2 jutaan dong .. yah mau gimana lagi gara-gara satu quote yang belum sempat tidak dia ucapkan kepadaku… tapi syukur-syukur tagihannya menjadi yang aku harapkan ..cuma 720ribuan saja.
Apakah aku akan jadi ibu Prita kedua ? what the hell I know, saya hanyaingin menjadi pelanggan Speedy yang baik hati
walau banyak cerita sana-sini tentang kelemahan Speedy (baca sendiri sana, googling lah ..) tapi siap-siap dukung aku yaaa … 
moral : be aware … buat produsen, yang krusial-krusial gini harusnya lebih terang penjelasannya, jangan Phillips aja yang terang terus
dan buat konsumen yang seperti ini seharusnya ditanyakan dahulu daripada komplain. Yang mau migrasi Speedy ke paket baru, sebaiknya benar-benar ditanyakan tentang tagihannya nanti bagaimana …
kustomer yang menyebalkan* : status yang selalu aku lihat di Facebooknya temanku yang CSO bank itu ..