42

Why You So Mad ?

September 3rd, 2008

Duh berita-berita di TV akhir-akhir ini bikin dejavu banget deh .. sebenernya dah berusaha lupa, cuma jadi malah kayak diungkapkan.

Aku concern banget sama perkembangan anakku dan kalau bisa apa-apa yang ngga enak dan pernah terjadi pas aku kecil dulu ngga terjadi pada dia ..

Berita tentang Guru yang mukul muridnya sekarang ini santer banget ya … yang di SDN Pakis 1 Banyuwangi awal Agustus, di Jember minggu lalu, terus yang baru aku tonton tadi di TV pas si anak baru diliput jadi lumpuh gara-gara di tampar gurunya, bukan cuma anak SMP tapi anak SD pun kena hadiah bogem dari gurunya.

Dulu sekali, pas aku masih SD di SD St. Yacobus Ujung Pandang (sekarang Makassar) guru wali aku itu bener-bener sudah siapkan cambuk rotan dan dengan menyeringai (kalau aku gambarkan sebagai Tom si Kucing di film kartun) dan mata berkilat-kilat senang jika ada muridnya yang salah nulis, bukan .. bukan salah hitung atau salah jawab .. tapi cuma ‘salah’ (menurut beliau) menuliskan angka 8 .. dia maunya angka 8 seperti font Arial ini yang meliuk liuk seperti kalau kita tes bikin SIM di kantor Polisi, yang bikin angka 8 macem bulatan atas bawah langsung deh kena panasnya rotan di punggung, oya .. nama guruku ini pak Marcus … masih ada ga ya beliau ..

Hebat lagi pas di SMP, aku di SMP Frater Ujung Pandang juga, ada yang namanya pak Titus dan pak Paceli … weh mereka suka banget bermain rotan dan kibasan tangan, mungkin dulunya pengen belajar kungfu hanya di daerah itu belum ada Dojo. Pernah ada teman cowok aku yang punggungnya jadi kayak Rambo, belang-belang merah dan mungkin luka setelah dapet kibasan cambuk rotan dari pak Paceli, asli kalo liat aksinya pak Paceli kayak lagi ngebasin kasur yang dijemur di pager aja deh.

btw, ini bukan karena anak itu nakal atau kurang ajar loh, cuma tadinya emang lagi ada pemanasan massal, jadi satu kelas kena semua .. lupa gara-gara apa tapi pasti sepele banget, tapi sialnya si anak matanya natap si guru jadi si guru merasa tertantang seperti Nero, anjing saya kalau dipelototin kucing bisa putus rantainya, nah .. gara-gara itulah si anak dapat extra joss :( .

beriktu quote yang aku temukan pas Googling nyari info SMP Frater :

Pak Paceli mantan guru kami sempat mengatakan kalau jaman sekarang mendidik anak susah, anak di bentak sedikit saja sudah lapor polisi, padahal jaman kami dulu ditampar pun tidak ada masalah – postingan dari Remiel Blog.

See what I’m talking about ? mereka para guru penghajar kami tidak merasa perbuatannya ‘salah’ karena itulah cara mendidik yang mereka anggap so good dan te o pe begete .. iya ? tidak ? iya atau tidak ? :-? ?

Well, aku ngga bisa melihat kebijakan yang di rasakan Remiel dengan ” saya masih ingat bagaimana kerasnya Pak Nifin dulu mendidik kami bahkan tidak segan-segan menampar, tapi tamparan itulah yang menjadikan kami seperti sekarang ini” .. sorry, walau bukan aku yang kena hajar, cuma susah sekali aku menempatkan posisi kalau saja aku yang menjadi sang guru saat itu, apakah aku bakal marah dan memukul sekejam itu ? apa kalau suamiku tidak memberi aku nafkah bathin selama seminggu atau sebulan aku juga akan melampiaskan klimaks marah ke anak muridku, atau kalau misalnya aku inget beras di rumah udah mulai tipis dan tagihan listrik numpuk 3 bulan aku akan mencak-mencak ke anak didikku yang dengan tidak sengaja mengucapkan kata “beras” atau “listrik” ? .. why you so mad, then ? ..

Aku ngga tau kenapa hal ini bisa didiamkan saja sama kepala sekolah bahkan orang tua murid yang kena pukul itu, soalnya juga ngga cuma 5-10 yang udah merasakan surga dunia berguru kepalang dihajar :) …padahal cari sekolah jaman dulu sih gampang-gampang aja dan hampir tidak pakai uang sumbangan etc.

eh, ngga taunya sekarang ini masih juga ada yah yang kepengen belajar kungfu seperti those hangman hitman tapi ngga kesampean .. di saat anak-anak sudah kritis banget dan mereka bisa belajar lebih banyak dan lebih cepat daripada saat aku seusia mereka. kata mas Bagus, teman aku, ini merupakan fenomena perubahan yang bila saatnya nanti akan menjadi titik bangkit negara ini… yes, you are right ..

buat guru-guruku, pak Nifin, Pak Paceli, Pak Titus, pak Marcus .. sengaja aku tulis nama-nama anda disini, karena kalau dulu anda punya cambuk, sekarang saya punya blog, dan tentunya tau dong kebebasan bicara udah bukan hal yang aneh jaman sekarang … bukan pencemaran nama baik loh ;) ) .. toh aku yakin sih nama baik anda cuma sedikit yang mengingatnya … God Bless You All.

I’m just thinking about what my child thinks about it ….

Just found this pic thanks to Andika Ferial , bikin inget nostalgia ;) )

smp-frater-upg

Google Buzzsd santo yakobus makassar,sma frater makassar,SMP Frater,sd santo yacobus makassar,guru guru smp frater makassar,smp khatolik makale,smp st augustinus,smp frater ujung pandang,Belajar kunfu hitman,sd frater makassar

Sabtu, 2 Agustus 2008 ..

Berawal dari bujukan sahabat aku, yang dengan teganya membangkitkan aku dari tidur pagiku .. hueeemm, padahal dia tau jam tidur kita berbeda /:) … minta di temeni ikut seminat ibu Elly Risman di Jogja International Hospital (JIH) apalagi dia udah beli 2 tiket masuk sayang kalo ngga kepake katanya .. oh well oh well, okay lah sekali kali ikut seminar yang ngga berhubungan dengan IM.

Seminar di mulai agak telat saking banyaknya peserta yang mayoritas ibu-ibu, untung juga lokasi JIH ngga terlalu jauh dari rumah desaku. Sekitar jam 10-an baru di mulai, pembicara tunggal yaitu ibu Elly Risman menyediakan waktunya untuk sharing tentang pendidikan anak dan internet (eh .. masih ada tentang internetnya ternyata).

Pertama lihat diklat materinya agak kaget juga dengan judul Bahaya Games, Internet, dan Tontonan via HP, Komputer, TV, Layar Lebar” … ups, kata “Bahaya” kayaknya kurang pas dan bikin cemas. Tapi setelah lihat background slide di panggung “Mengenali Dampak Negatif Media dan Kita Mengatasi Agar Anak Tangguh di Era Layar” .. that’s better topic. Seminar kali ini sangat ramai, daripada seminar-seminar IM dan bisnis yang biasa aku ikuti. Bukan saja banyak pesertanya, namun juga komentar pesertanya :) ) setiap ibu Elly mengucapkan 1-2 kalimat mengundang peserta berbicara 4-6 kalimat lbih banyak dari pada narasumbernya .. hahah .. bayangin aja, 1 kalimat bu Elly, 4-5 kalimat tiap peserta ngobrol sama sebelahnya … bikin aku ngga konsen aja sama apa yang diomongin bu Elly …  maklum deh ibu-ibu.

Ibu Elly, mecoba memaparkan bagaimana dampak teknologi, gadget dan eletronik seperti itu bisa membuat anak target market bisnis pornography dan terjangkit masalah games junkies atau Nintendo epylepsi. Ibu-ibu, saya termasuk :”> , pasti punya banyak waktu buat anak namun hampir 70% waktunya diiringin ada peringatan, teriakan, omelan, perintah. Sehingga kemungkinan besar anak bakal mencari sesuatu yang dia ingin tau ke orang lain yang bisa menyediakan waktunya untuk mendengarkan tanpa omelan.

sekedar info :

Nintendo Epilepsi (Epilespi fotosensitif) adalah epilepsi yang disebabkan karena anak terlalu dekat dengan melihat layar video games atau televisi yang memiliki perubahan kilatan cahaya yang sangat cepat dan perubahan warna yang sangat banyak. Terjadi biasanya pada anak usia 7-9 tahun. Menurut penelitian Prof Graham Harding, macam games yang memicu “Epilepsi” adalah :

- Mega Man X, Super Mario Sunshine, Metroid Prime, Mario Kart : Double Dash

Bersyukur aku menjadi ibu yang tidak terlalu gaptek, sehingga tidak terlalu terkejut dengan apa yang ditampilkan dan dipaparkan bu Elly, secara aku malah kaget dengan respon ibu-ibu yang terlihat banyak yang shock dengan komik-komik “aneh”, cuplikan film “Virgin” dan “BCG”* dan kartun-kartun import, tipikal film donlotan di Hp… . sampai ada yang nangis dan mengelus dada … where have you been ?

BCG = Buruan Cium Gue, aku jadi tau kenapa dulu BCG di blacklist, karena direka dampaknya mengundang pornography bagi anak seusia pemeran filmnya, di protes dari pemerhati anak seperti bu Elly. Sedangkan aku melihat dari sisi kreatifitas yang dijegal .. :(

Begitu lah, rasa sok tau-ku dan terlalu pe-de mungkin, kalau di figurin anakku dan aku seperti teman baik aja, she’s my best friend. Dari kecil sudah aku sisipkan rasa berbagi dan ngga menerapkan “parent choice” tapi membiarkan dia memilih yang dia mau ungkapkan kalau dimintai pendapat, seperti milih resto, hotel kalo liburan, milih eks-kul yang dia suka, etc. Jadi walaupun dia mungkin akan menonton film-film seperti itu atau yang lebih hot lagi, aku percaya bahwa anakku dapat menguasai dampaknya.

Terima kasih untuk bu Elly juga, karena sudah mengingatkan aku tentang jumlah jam nonton tv yang harusnya tidak berlebihan buat anak.. hmm, Kenia terlalu sering nonton Idola Cilik sekarang ini, ini aku sadari cuma aku terlalu santai aja sama Kenia …

in the backstage mind : Tapi kemajuan teknologi dan dampaknya harus kita hadapi bukan dihindari atau menyalahkan pembuat film, produser, atau presenter yang seperti hemaprodit ;) )

Mungkin aku sudah terbiasa (thanks to Alex ), tidak memikirkan apa yang tidak aku inginkan, sehingga menurut pikiran ngawurku ini, segala fakta dan realita yang terkirim ke benak peserta sebagian besar merupakan jab-jab kecemasan berlebihan yang akan ibu-ibu ini bawa pulang.

Setidaknya, seminar mendidik anak ini telah berhasil meningkatkan kecemasan kewaspadaan pada ibu-ibu yang sudah hadir, sehingga sampai rumah bisa langsung mengecek hape, kamar, tas, dan buku harian anaknya .. but I’m not.

Google Buzzelly risman,eli risman,PHOTO ELLY RISMAN,epylepsi,ibu elly risman,nintendo epilepsi,alamat elly risman,apa holosync itu,seminar parenting bahaya internet
Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes