Sabtu, 2 Agustus 2008 ..

Berawal dari bujukan sahabat aku, yang dengan teganya membangkitkan aku dari tidur pagiku .. hueeemm, padahal dia tau jam tidur kita berbeda /:) … minta di temeni ikut seminat ibu Elly Risman di Jogja International Hospital (JIH) apalagi dia udah beli 2 tiket masuk sayang kalo ngga kepake katanya .. oh well oh well, okay lah sekali kali ikut seminar yang ngga berhubungan dengan IM.

Seminar di mulai agak telat saking banyaknya peserta yang mayoritas ibu-ibu, untung juga lokasi JIH ngga terlalu jauh dari rumah desaku. Sekitar jam 10-an baru di mulai, pembicara tunggal yaitu ibu Elly Risman menyediakan waktunya untuk sharing tentang pendidikan anak dan internet (eh .. masih ada tentang internetnya ternyata).

Pertama lihat diklat materinya agak kaget juga dengan judul Bahaya Games, Internet, dan Tontonan via HP, Komputer, TV, Layar Lebar” … ups, kata “Bahaya” kayaknya kurang pas dan bikin cemas. Tapi setelah lihat background slide di panggung “Mengenali Dampak Negatif Media dan Kita Mengatasi Agar Anak Tangguh di Era Layar” .. that’s better topic. Seminar kali ini sangat ramai, daripada seminar-seminar IM dan bisnis yang biasa aku ikuti. Bukan saja banyak pesertanya, namun juga komentar pesertanya :) ) setiap ibu Elly mengucapkan 1-2 kalimat mengundang peserta berbicara 4-6 kalimat lbih banyak dari pada narasumbernya .. hahah .. bayangin aja, 1 kalimat bu Elly, 4-5 kalimat tiap peserta ngobrol sama sebelahnya … bikin aku ngga konsen aja sama apa yang diomongin bu Elly …  maklum deh ibu-ibu.

Ibu Elly, mecoba memaparkan bagaimana dampak teknologi, gadget dan eletronik seperti itu bisa membuat anak target market bisnis pornography dan terjangkit masalah games junkies atau Nintendo epylepsi. Ibu-ibu, saya termasuk :”> , pasti punya banyak waktu buat anak namun hampir 70% waktunya diiringin ada peringatan, teriakan, omelan, perintah. Sehingga kemungkinan besar anak bakal mencari sesuatu yang dia ingin tau ke orang lain yang bisa menyediakan waktunya untuk mendengarkan tanpa omelan.

sekedar info :

Nintendo Epilepsi (Epilespi fotosensitif) adalah epilepsi yang disebabkan karena anak terlalu dekat dengan melihat layar video games atau televisi yang memiliki perubahan kilatan cahaya yang sangat cepat dan perubahan warna yang sangat banyak. Terjadi biasanya pada anak usia 7-9 tahun. Menurut penelitian Prof Graham Harding, macam games yang memicu “Epilepsi” adalah :

- Mega Man X, Super Mario Sunshine, Metroid Prime, Mario Kart : Double Dash

Bersyukur aku menjadi ibu yang tidak terlalu gaptek, sehingga tidak terlalu terkejut dengan apa yang ditampilkan dan dipaparkan bu Elly, secara aku malah kaget dengan respon ibu-ibu yang terlihat banyak yang shock dengan komik-komik “aneh”, cuplikan film “Virgin” dan “BCG”* dan kartun-kartun import, tipikal film donlotan di Hp… . sampai ada yang nangis dan mengelus dada … where have you been ?

BCG = Buruan Cium Gue, aku jadi tau kenapa dulu BCG di blacklist, karena direka dampaknya mengundang pornography bagi anak seusia pemeran filmnya, di protes dari pemerhati anak seperti bu Elly. Sedangkan aku melihat dari sisi kreatifitas yang dijegal .. :(

Begitu lah, rasa sok tau-ku dan terlalu pe-de mungkin, kalau di figurin anakku dan aku seperti teman baik aja, she’s my best friend. Dari kecil sudah aku sisipkan rasa berbagi dan ngga menerapkan “parent choice” tapi membiarkan dia memilih yang dia mau ungkapkan kalau dimintai pendapat, seperti milih resto, hotel kalo liburan, milih eks-kul yang dia suka, etc. Jadi walaupun dia mungkin akan menonton film-film seperti itu atau yang lebih hot lagi, aku percaya bahwa anakku dapat menguasai dampaknya.

Terima kasih untuk bu Elly juga, karena sudah mengingatkan aku tentang jumlah jam nonton tv yang harusnya tidak berlebihan buat anak.. hmm, Kenia terlalu sering nonton Idola Cilik sekarang ini, ini aku sadari cuma aku terlalu santai aja sama Kenia …

in the backstage mind : Tapi kemajuan teknologi dan dampaknya harus kita hadapi bukan dihindari atau menyalahkan pembuat film, produser, atau presenter yang seperti hemaprodit ;) )

Mungkin aku sudah terbiasa (thanks to Alex ), tidak memikirkan apa yang tidak aku inginkan, sehingga menurut pikiran ngawurku ini, segala fakta dan realita yang terkirim ke benak peserta sebagian besar merupakan jab-jab kecemasan berlebihan yang akan ibu-ibu ini bawa pulang.

Setidaknya, seminar mendidik anak ini telah berhasil meningkatkan kecemasan kewaspadaan pada ibu-ibu yang sudah hadir, sehingga sampai rumah bisa langsung mengecek hape, kamar, tas, dan buku harian anaknya .. but I’m not.

Google Buzzelly risman,eli risman,PHOTO ELLY RISMAN,epylepsi,ibu elly risman,nintendo epilepsi,alamat elly risman,apa holosync itu,seminar parenting bahaya internet

Sore tadi aku baru antar temannya anakku pulang ke rumahnya, di sana sang ibu ngobrol-ngobrol sama aku tentang tugas Klipping Adat Istiadat Indonesia yang beberapa hari yang lalu beberapa anak bikin bareng di rumahku. Sang ibu berucap begini :

“duh jeng, jelek banget itu hasil Klippingan anak-anak, bagian bawahnya ngga rapi, tempelannya miring-miring, jadi nanti malem saya perbaiki aja deh, semua sudah saya fotokopi baru lagi”

Aku sih cuma tertawa aja, dalam hati jengkel tenan, kog bisa sih sang ibu memvonis hasil karya anaknya dan teman-temannya itu “jelek” dan “harus diperbaiki“. Alasannya biar dapet nilai bagus, padahal Klipping itu sampai ke gurunya aja belum …

Aku ingat kemarin aku juga membantu mereka untuk nge-print cover klipping dan googling gambar-gambar baju daerah. Tapi sama sekali aku ngga punya pikiran ini harusnya aku saja yang bikinkan biar perfect abis.

Begitu pula papanya bantuin dia potong-potong bambu untuk tugas bikin lampion, karena potong bambu pakai pisau agak susah untuk anak sekecil dia, tapi yakin aku kalo papanya juga ngga berpikiran .. ah dia aja yang buat lampion itu biar tinggal di bawa anakku ke sekolah besoknya.

Apa aku termasuk ibu yang malas perbaiki-perbaiki tugas anak seperti itu ? atau aku salah jika berpikiran hal-hal seperti itu mematikan kreatifitas anak ? aku juga baru belajar jadi ibu, mungkin hal seperti ini sebenernya biasa aja yah, hanya aku aja yang terlalu “sok demokratis ” atau apalah namanya .. hahah :D

Kalau judul di atas di baca dan dibandingin sama bantuan-bantuan yang bukan semacam ini memang perlu banget, membantu anak apalagi kalo anak sudah rada putus asa ngga bisa-bisa ngerjain sesuatu.

I do respect whatever they created, gimana pun hasilnya, itu lah buatan mereka .. it’s so pure, asli bikinan anak-anak deh, … duhh aku jadi ngrasa bersalah ucapan sang ibu itu di dengar sama anakku dan anaknya. How perfect she is ? How she can be so sure ? owh.. mother

Google Buzzcara bikin tas,bagus bluesman
Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes