Duh berita-berita di TV akhir-akhir ini bikin dejavu banget deh .. sebenernya dah berusaha lupa, cuma jadi malah kayak diungkapkan.
Aku concern banget sama perkembangan anakku dan kalau bisa apa-apa yang ngga enak dan pernah terjadi pas aku kecil dulu ngga terjadi pada dia ..
Berita tentang Guru yang mukul muridnya sekarang ini santer banget ya … yang di SDN Pakis 1 Banyuwangi awal Agustus, di Jember minggu lalu, terus yang baru aku tonton tadi di TV pas si anak baru diliput jadi lumpuh gara-gara di tampar gurunya, bukan cuma anak SMP tapi anak SD pun kena hadiah bogem dari gurunya.
Dulu sekali, pas aku masih SD di SD St. Yacobus Ujung Pandang (sekarang Makassar) guru wali aku itu bener-bener sudah siapkan cambuk rotan dan dengan menyeringai (kalau aku gambarkan sebagai Tom si Kucing di film kartun) dan mata berkilat-kilat senang jika ada muridnya yang salah nulis, bukan .. bukan salah hitung atau salah jawab .. tapi cuma ‘salah’ (menurut beliau) menuliskan angka 8 .. dia maunya angka 8 seperti font Arial ini yang meliuk liuk seperti kalau kita tes bikin SIM di kantor Polisi, yang bikin angka 8 macem bulatan atas bawah langsung deh kena panasnya rotan di punggung, oya .. nama guruku ini pak Marcus … masih ada ga ya beliau ..
Hebat lagi pas di SMP, aku di SMP Frater Ujung Pandang juga, ada yang namanya pak Titus dan pak Paceli … weh mereka suka banget bermain rotan dan kibasan tangan, mungkin dulunya pengen belajar kungfu hanya di daerah itu belum ada Dojo. Pernah ada teman cowok aku yang punggungnya jadi kayak Rambo, belang-belang merah dan mungkin luka setelah dapet kibasan cambuk rotan dari pak Paceli, asli kalo liat aksinya pak Paceli kayak lagi ngebasin kasur yang dijemur di pager aja deh.
btw, ini bukan karena anak itu nakal atau kurang ajar loh, cuma tadinya emang lagi ada pemanasan massal, jadi satu kelas kena semua .. lupa gara-gara apa tapi pasti sepele banget, tapi sialnya si anak matanya natap si guru jadi si guru merasa tertantang seperti Nero, anjing saya kalau dipelototin kucing bisa putus rantainya, nah .. gara-gara itulah si anak dapat extra joss
.
beriktu quote yang aku temukan pas Googling nyari info SMP Frater :
Pak Paceli mantan guru kami sempat mengatakan kalau jaman sekarang mendidik anak susah, anak di bentak sedikit saja sudah lapor polisi, padahal jaman kami dulu ditampar pun tidak ada masalah – postingan dari Remiel Blog.
See what I’m talking about ? mereka para guru penghajar kami tidak merasa perbuatannya ‘salah’ karena itulah cara mendidik yang mereka anggap so good dan te o pe begete .. iya ? tidak ? iya atau tidak ?
?
Well, aku ngga bisa melihat kebijakan yang di rasakan Remiel dengan ” saya masih ingat bagaimana kerasnya Pak Nifin dulu mendidik kami bahkan tidak segan-segan menampar, tapi tamparan itulah yang menjadikan kami seperti sekarang ini” .. sorry, walau bukan aku yang kena hajar, cuma susah sekali aku menempatkan posisi kalau saja aku yang menjadi sang guru saat itu, apakah aku bakal marah dan memukul sekejam itu ? apa kalau suamiku tidak memberi aku nafkah bathin selama seminggu atau sebulan aku juga akan melampiaskan klimaks marah ke anak muridku, atau kalau misalnya aku inget beras di rumah udah mulai tipis dan tagihan listrik numpuk 3 bulan aku akan mencak-mencak ke anak didikku yang dengan tidak sengaja mengucapkan kata “beras” atau “listrik” ? .. why you so mad, then ? ..
Aku ngga tau kenapa hal ini bisa didiamkan saja sama kepala sekolah bahkan orang tua murid yang kena pukul itu, soalnya juga ngga cuma 5-10 yang udah merasakan surga dunia berguru kepalang dihajar
…padahal cari sekolah jaman dulu sih gampang-gampang aja dan hampir tidak pakai uang sumbangan etc.
eh, ngga taunya sekarang ini masih juga ada yah yang kepengen belajar kungfu seperti those hangman hitman tapi ngga kesampean .. di saat anak-anak sudah kritis banget dan mereka bisa belajar lebih banyak dan lebih cepat daripada saat aku seusia mereka. kata mas Bagus, teman aku, ini merupakan fenomena perubahan yang bila saatnya nanti akan menjadi titik bangkit negara ini… yes, you are right ..
buat guru-guruku, pak Nifin, Pak Paceli, Pak Titus, pak Marcus .. sengaja aku tulis nama-nama anda disini, karena kalau dulu anda punya cambuk, sekarang saya punya blog, dan tentunya tau dong kebebasan bicara udah bukan hal yang aneh jaman sekarang … bukan pencemaran nama baik loh
) .. toh aku yakin sih nama baik anda cuma sedikit yang mengingatnya … God Bless You All.
I’m just thinking about what my child thinks about it ….
Just found this pic thanks to Andika Ferial , bikin inget nostalgia
)


You might also like these:

Saya ingat dengan semua yang pernah km rasakan, dari sd yakobus tahun 86, lanjut di smp frater dan lulus thn 89, merupakan masa yang sangat indah bagi saya. Yang lebih indah lagi saya tidsk pernah merasakan di tampar, dihukum, atau hal hal yang membuat saya marah.
Salam sejahtera untuk para alumni di mana pun berada. Tuhan menyertai kalian di mana pun berada.
Lain dulu, lain sekarang tetapi kita masih seperti yang dulu. untuk maksud tersebut maka blog smpfrater kami hadirkan dalam sebuah bulatin informasi pendidikan (BIDIK) SMP Frater Makassar. bila para alumni ingin berlangganan dan mengetahui info alumni, info SMP Frater maka kontak kami di SMP Frater, (0411)312557.
mengenai shering pengalamannya, cukup bagus dan kami bangga dengan anak didik kami yang dulu tak berdaya tetapi sekarang bisa memberdayakan, jadilah pembawa terang bagi sesama juga. amin. Fr Hiron HHK.
baca postingan ini setelah di-referred dari Facebook.
Hmm…. ternyata masa lalu mbak Maya cukup “kelam” ya… hehehe… Jaman aku SD dulu tahun 80an awal dulu sih gurunya nggak sekejam itu. Paling banter sih disetrap gara-gara lupa ngerjain PR atau dilempar kapur gara-gara ribut di kelas. Mungkin aku memang beruntung masuk SD yang gurunya cukup baik.
Buat pak kepsek yang komen diatas, saya quote ya:
Anda tulis gitu artinya anda membenarkan bahwa anak SD “tidak berdaya”. Hmm…. ck ck ck…
aziz´s last blog ..Google Easter Eggs: Melihat Countdown menuju 2010 dalam detik
hemmmm masa lalu terkadang menyakitkan, namun masa lalu yang membuat kita jadi seperti sekarang ini. masa lalu kita panggil n kenal lagi sebagai sejarah hidup yang manis dikenang.
Hiron ´s last blog ..
secara pribadi mendengar kisah tersebut amat menyakitkan, namun sejenak kita merenungkannya untuk dijadikan bekal pada langkah selanjutnya. ketika tulisan di atas, ditunjukkan kepada beberapa guru yang namanya disebutkan…… wah…. mereka tersenyum dan mengingat masa lalunya yang suram. raut wajah mereka sudah mulai keriput, urat wajahnya telah kusam dan rambutnya telah memutih,,,,,, mungkin cermin suka dan duka dalam perjalanan hidup mereka. jauh di hatinya yang terdalam……….. mereka bangga dengan anak didiknya yang telah berhasil. mereka tidak mengharapkan apa-apa, terima kasihpun jarang mereka dapatkan, hanya beberapa umpatan memang sering mereka rasakan. namun seberkas harapan selalu mereka dengungkan. anak didik mereka dulu pasti menjadi orang yang berguna bagi nusa dan bangsa.
Hiron´s last blog ..
salam mbak,
saya senyum-senyum sendiri baca tulisan mbak…
soalnya saya juga “hasil didikannya” pak Markus R.(Alumni 1997), 2 kali malah…kelas 4…kemudian kelas 6 karena waktu itu Bpk (alm) Anton Tappi yg sebenarnya menjadi wali kelas saya sakit. Sehingga beliaulah yang menjadi wali kelas saya.
Rasanya???yah sama yg mbak rasakan: Horror.hehehehe…
Mungkin ambil hikmahnya, mungkin beliau ingin kita menjadi “perfect”…hehehe…piss…GBU